Tampilkan postingan dengan label Fauna. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fauna. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Januari 2012

Hewan yang Dimanfaatkan Untuk Berperang

Para kesatria di atas kuda bisa merusak formasi pasukan musuh. lumba-lumba angkatan laut membantu membersihkan Pelabuhan Umm Qasr dari ranjau. tentara Roma dan Yunani menggunakan lebah untuk menghalangi musuh.

Itulah sebagian hewan yang digunakan dalam perang. Hewan-hewan bisa jadi “senjata biologis” karena kemampuan mereka, paling tidak pada saat itu, tidak dapat disamai oleh kemampuan mesin. Berikut ini adalah sejumlah hewan yang seringkali dimanfaatkan dalam konflik.


Kelelawar

 

Kemarahan Amerika Serikat atas serangan Jepang ke Pearl Harbor menelurkan ide memasang bom di kelelawar. Percikan api diharapkan dapat dipicu untuk membakar kota-kota Jepang saat kelelawar ini bertengger di atap bangunan. Namun rencana ini batal, karena dalam pengujian banyak kelelawar tidak kooperatif dan kabur. Hingga kini, ilmuwan Pentagon masih mempelajari bagaimana mekanisme terbang kelelawar ini untuk mengembangkan desain pesawat dan robot mata-mata.

Unta


Di masa lampau, hewan ini banyak digunakan di kawasan panas dan kering di Afrika Utara dan Timur Tengah. Karena unta memiliki kemampuan bertahan di kondisi ekstrem dan seringkali tanpa air, di masa perang hewan ini cukup berguna. Bau unta kabarnya membuat takut kuda-kuda yang digunakan musuh. Tentara Persia terkadang mempersenjatai unta mereka. Sedangkan prajurit Arab seringkali menunggang unta saat penyerbuan untuk menaklukan suatu daerah. Peran unta dalam perang merosot sejak berkembangnya senjata api. Tapi, unta masih terlihat digunakan saat Perang Dunia I.

Lebah

 
Sengat lebah bisa jadi senjata mematikan. Di zaman dulu, tentara Roma dan Yunani menggunakan lebah untuk menghalangi musuh. Penggunaan lebah berlanjut saat abad pertengahan, Perang Dunia I, dan Perang Vietnam. Ilmuwan Amerika Serikat juga menemukan kegunaan lebah untuk tujuan damai, yakni mendeteksi ranjau darat.

Singa laut

Mamalia ini mampu melihat dalam kondisi cahaya minimal serta bisa mendengar di bawah permukaan air. Singa laut juga bisa berenang dengan kecepatan hingga 40 km/jam dan menyelam hingga kedalaman 300 meter. Dengan kemampuan ini, angkatan laut AS melatih singa laut untuk menandai ranjau.

Merpati

Hewan ini memiliki kemampuan navigasi sehingga bisa kembali ke sarang meskipun telah menempuh perjalanan ratusan kilometer. Puncak kepopuleran penggunaan merpati terjadi pada saat Perang Dunia I, saat tentara sekutu menggunakan 200.000 merpati untuk keperluan komunikasi. Seekor Merpati bernama Cher Ami mendapat penghargaan setelah mengirim 12 pesan untuk benteng di Verdun, Prancis. Bangsa burung pensiun dari tugas militer setelah teknologi komunikasi berkembang pesat.

Lumba-Lumba

Hewan ini memiliki sonar biologis untuk mencari ranjau berdasarkan konsep gema. Pada masa Perang Teluk dan Perang Irak, lumba-lumba milik angkatan laut membantu membersihkan pelabuhan Umm Qasr dari ranjau.

Gajah

Hewan besar ini bisa menginjak tentara, menusukkan gading, dan melempar orang dengan belalainya. Kerajaan kuno di India diperkirakan menjadi kerajaan pertama yang menjinakkan gajah. Tapi, kemampuan ini segera menyebar ke Persia dan Timur Tengah. Alexander Agung dikabarkan pernah menemui sepasukan gajah saat mencoba menaklukan suatu daerah. Kuda seringkali takut dengan pemandangan dan bau Gajah. Tentara manusia juga merasa diteror secara psikologis dengan bentuk Gajah yang sangat besar.

Keledai

 

Tidak sehebat hewan perang lainnya, tapi ribuan pasukan akan menderita jika tak ada Keledai. Pasalnya, hewan inilah yang didaulat membawa makanan, bahkan persenjataan dan barang-barang lain yang dibutuhkan militer. Dulu, tentara Roma membawa satu Keledai tiap 10 legiun. Napoleon Bonaperte juga menaiki keledai saat melintasi Alpen. Keledai masih sering mendapat tugas militer hingga saat ini. Tentara AS bergantung pada hewan ini untuk mengantar barang ke pos-pos terpencil di pegunungan Afghanistan.

Anjing

Orang-orang Spanyol menggunakan anjing yang dipersenjatai saat menaklukan Amerika Selatan di abad ke-16. Anjing juga berperan besar selama konflik di abad pertengahan di Eropa. Tugas anjing di masa modern kini meliputi mendeteksi bom dengan indera penciuman. Di Irak dan Afghanistan, anjing militer dikenakan rompi antipeluru demi menjamin keamanan selama bertugas.


Kuda

Nah, ini hewan yang paling populer saat perang berlangsung. Manusia telah menjinakkan kuda setidaknya sejak 5.500 tahun lalu. Para kesatria di atas kuda bisa merusak formasipasukan musuh. Stabilitas di atas pelana dan sanggurdi membuat prajurit Mongol dapat berperang dan menembakkan panah dari atas kuda. Pertempuran besar dengan memanfaatkan kuda tidak berakhir, hingga tank dan senapan mesin muncul menjadi favorit.


source: http://uniqpost.com/10370/hewan-hewan-yang-digunakan-dalam-peperangan/

Rabu, 28 Desember 2011

Wow, Ada Kerbau Warna-Warni di China!

Para warga desa Jiangcheng, Provinsi Yunnan, China menggambar tubuh kerbaunya dengan lukisan yang penuh warna dan indah untuk mengikuti festival. Kerbau-kerbau itu pun terlihat unik dan menarik perhatian warga. Kerbau-kerbau di Desa Jiancheng terlihat unik, tubuhnya dihiasi lukisan yang berwarna-warni.

Salah seorang kontestan dalam festival tersebut menggambar kerbaunya dengan lukisan pemandangan dan mewarnai tanduknya dengan warna emas. Melukis di tubuh kerbau bukan merupakan hal baru di China, itu adalah sebuah tradisi kuno. Konon kabarnya, tubuh kerbau itu dilukis sedemikian rupa guna melindungi desa dari ancaman hewan buas seperti harimau dan lainnya.





sumber :  http://foto.okezone.com/view/4237/wow-ada-kerbau-warna-warni-di-china

Ditemukan Spesies Ular Bertanduk di Tanzania

Spesies baru ular berbisa dan bertanduk ditemukan di wilayah Tanzania. Jenis ular yang dinamai Atheris matildae itu ditemukan Tim Davenport, ilmuwan dari Wildlife Conservation Society (WCS) dan tim lewat ekspedisi ke wilayah tersebut.


Atheris matildae

Atheris matildae diketahui merupakan kerabat dekat dari Atheris cerathopora, jenis ular bertanduk dan berbisa yang banyak ditemukan di hutan. Ilmuwan memprediksi bahwa ular bertanduk Matilda terpisah menjadi spesies baru sejak 2,2 juta tahun yang lalu.

Salah satu perbedaan ular bertanduk Matilda dengan ular bertanduk hutan adalah ukurannya yang lebih besar, sekitar 64,3 cm. Perbedaan lainnya adalah warna yang berbeda, paduan kuning dan hitam, serta corak sisik yang khas di bagian kepala.

Davenport mengatakan, habitat Atheris matildae sangat terbatas, hanya seluas 100 km persegi dan sudah mengalami degradasi. Davenport menuturkan bahwa spesies itu seharusnya dimasukkan dalam kategori "Terancam Punah" dalam daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Ditemukan di Tanzania, lokasi spesifik penemuan jenis ular ini tetap dirahasiakan. Ini terakit dengan besarnya ancaman bagi kelangsungan hidup spesies tersebut. Ular dengan eksotismenya sering diburu untuk kulitnya atau dijadikan hewan piaraan.

"Perdagangan satwa liar global itu besar sekali, dan yang signifikan dari perdagangan ilegal itu adalah amfibi dan reptil liar, untuk piaraan. Ular sangat populer dan jenis ular baru menumbuhkan ketertarikan yang tinggi," kata Davenport sperti dikutip Mongabay, Kamis (15/12/2011).

Untuk menjaga kelangsungan spesies ular bertanduk Matilda, saat ini ilmuwan mengambil 4 pejantan, 5 betina dan 2 anakan dari Atheris matildae untuk dikembangbiakkan. Upaya itu diharapkan bisa jadi jaminan eksistensi ular bertanduk Matilda.

"Kami berencana untuk menyediakan beberapa lusin pertama ular ini secara gratis dalam rangka memberi pasokan pada pasar hasil penangkaran spesies baru ini. Tujuannya mencegah koleksi dari tangkapan liar, menurunkan harga dan mendorong penangkaran bertanggung jawab oleh ahli dari berbagai negara yang paling menginginkannya," jelas Davenport.
 
sumber:  http://maskolis.blogspot.com/2011/12/ditemukan-spesies-ular-bertanduk-di.html

Senin, 26 Desember 2011

Spesies Baru, Pohon Pemakan Hewan

Nepethes robcantleyi – nama tanaman itu – pertamakali ditemukan oleh Rob Cantley, mantan polisi asal Hong Kong yang beralih profesi ke industri tanaman tahun 1997 di Mindanao, Filipina. (arcor.de)

Sebuah pohon pemakan tikus akhirnya diresmikan sebagai spesies baru bagi ilmu pengetahuan, 7 tahun setelah pohon itu dipamerkan di ajang Chelsea Flower Show. Pohon karnivora terbesar di dunia –dengan diameter bunga mencapai 2,5 meter– itu sebenarnya sudah jadi pusat perhatian pengunjung sejak 5 tahun terakhir.

Pengembang pohon ini sendiri sukes mendapatkan empat medali emas dari Royal Horticultural Society, namun meski telah menjadi pohon paling banyak difoto sepanjang sejarah, baru saat ini saja pohon karnivora terbesar itu tersebut diakui sebagai spesies tanaman baru.

Nepethes robcantleyi, nama baru untuk pohon ini, diberikan setelah sampel daun dan fotonya diberikan pada Martin Cheek, pakar klasifikasi tumbuhan dari Royal Botanic Gardens, Inggris.

“Ini bukanlah cara yang biasa untuk menemukan spesies baru,” kata Cheek, dikutip dari Independent, 26 Desember 2011. “Penemuan ini sangat tidak lazim dan merupakan kejutan besar,” ujarnya.

Cheek menyebutkan, saat ia diberikan sampel dan foto-foto pohon tersebut, tidak perlu waktu lama baginya mendapati spesies ini adalah spesies baru bagi ilmu pengetahuan. “Tumbuhan ini sangat besar, dramatis, dan spektakuler,” kata Cheek.

Untuk memangsa hewan, tanaman ini punya celah di bunganya sehingga bisa memancing serangga, reptil, sampai hewan mamalia masuk ke dalam kawah yang penuh asam klorida dan enzim yang mampu mengurai tubuh hewan itu untuk dijadikan nutrisi. Kandungan zat-zat yang ada di dalam bunga itu sendiri serupa dengan isi perut manusia.

Nepethes robcantleyi sendiri pertamakali ditemukan oleh Rob Cantley, mantan polisi asal Hong Kong yang beralih profesi ke industri tanaman. Pohon itu ia temukan pada tahun 1997 saat ia menjelajah hutan lindung di Mindanao, Filipina. Ia kemudian mengumpulkan beberapa bibit dan berhasil menumbuhkannya.

Bunga tanaman Nepethes robcantleyi sedang mencerna cicak
Bunga tanaman Nepethes robcantleyi sedang mencerna cicak  

 “Di kebun kami banyak tikus dan mereka seringkali tertangkap oleh pohon tersebut dan kami terpaksa mengeluarkan tikus-tikus itu,” kata Cantley. “Tumbuhan bisa mencerna tikus-tikus itu, tetapi kami tidak bisa. Baunya sangat menjijikkan,” ujarnya.
Di alam bebas, kata Cantley, tumbuhan ini mungkin makan tanaman lain atau serangga. “Namun di penangkaran, mereka seringkali menangkap hewan lain seperti tikus dan kadal kecil,” dia menambahkan.

sumber :  http://teknologi.vivanews.com/news/read/274929-spesies-baru--pohon-pemakan-hewan

Jumat, 23 Desember 2011

Kucing Pemberani Usir Rubah Besar


Foto: Caters
 
MOSKOW - Ukuran rubah boleh saja lebih besar dari ukuran kucing pada umumnya. Namun siapa menduga seekor kucing kecil justru berani menghadapi rubah tersebut.

Sioma, seekor kucing kecil membuktikan ia adalah seekor kucing pemberani. Ia berhasil mengejar seekor rubah yang berukuran jauh lebih besar yang menyelinap masuk ke pekarangan rumah milik Sergey Krasnoshchokov di Kronotsky, Rusia.

Bahkan Sioma tidak menunjukkan ketakutan di wajahnya.

"Sioma sangat protektif terhadap keluarga dan rumah kami. Kami membelinya setahun lalu, sejak saat itu ia mulai menjaga rumah kami dan ia pemberani," ujar Sergey Krasnoshchokov seperti dikutip Daily Mail, Jumat, (23/12/2011).

Menurut Krasnoshchokov, awalnya dia mengira rubah itu hanya sekedar mencuri kesempatan untuk bermain-main dirumahnya. Namun ketika ia melihat Sioma mengejarnya, rubah itu mulai takut dan berlari.
 
sumber:  http://international.okezone.com/read/2011/12/23/214/546417/kucing-pemberani-usir-rubah-besar

Selasa, 13 Desember 2011

Daniel, Si Kucing 26 Jari, Pembawa Berkah Pusat Penyelamatan Hewan

Daniel, Si Kucing 26 Jari, Pembawa Berkah Pusat Penyelamatan Hewan

Kucing ini bukan tipe kucing biasa. Ia memiliki 26 jari--fenomena yang akhirnya membawa keberuntungan bagi Pusat Penyelamatan Binatang Milwauke (MARC). Keberadaan si kucing membuat MARC bisa menggalang dana untuk merelokasi fasilitas ke gedung baru. Kucing normal hanya memiliki 18 jari. Namun Daniel memiliki dua ekstra di setiap kaki akibat mutasi genetik bernama polidaktilisme.

Rupanya MARC tengah berjuang karena ruang yang mereka sewa di area mall naik dua kali lipat pada 1 Januari. Mereka kini sedang membeli bangunan baru dan mencari donasi kecil sekitar 26 dolar atau 1 dolar per jari.

Di luar dugaan, mereka mampu mengumpulkan donasi cukup banyak, 80 ribu dolar sejak 24 Oktober lalu. Namun MARC berharap bisa meningkatkan hingga 120 ribu dolar hingga 23 Desember agar keuangan lebih stabil. Sekitar 50 ribu dolar yang dikumpulkan benar-benar berasal dari donatur yang masing-masing menyumbang 26 dolar!

"Saya selalu memiliki keyakinan kuat bahwa ada alasan di setiap kejadian di dunia, termasuk juga ini," ujar pemilik MARC, Amy Rowell. Wanita itu menemukan Daniel pada Oktober lalu di pusat kontrol hewan ketika ia bermaksud mengadopsi kucing lain. Saat ia membungkuk ke kandang Daniel, kucing itu menjulurkan tapak kakinya dan menepuk kepalanya.

"Ia seperti jelas berkata, 'Saya butuh diselamatkan, saya ingin menjadi temanmu, beri perhatian padaku," tutur Amy. "Dan ketika tanda itu begitu kentara kami tak akan mengabaikan itu," imbuhnya.

Kegiatan utama MARC adalah mengadopsi hewan-hewan yang tak diinginkan yang kemungkinan besar dieutanasia. Awalnya Daniel pun ditawarkan untuk bagi para pengadopsi yang berminat, namun Amy akhirnya memutuskan untuk memelihara si kucing di fasilitas MARC sebagai maskot.

Si kucing berjari 26 itu pun tidak terlihat terpengaruh dengan kondisinya. Ia tetap beraktivitas dengan lincah laiknya kucing biasa. "Ia berlari dan bermain juga memanjat. Ia mencakar-cakar dan mengasah kuku, ia sama sekali tidak terlihat terganggu," kata Amy.

sumber:  http://www.republika.co.id/berita/senggang/unik/11/12/12/lw2rwe-daniel-si-kucing-26-jari-pembawa-berkah-pusat-penyelamatan-hewan

Sabtu, 10 Desember 2011

Alasan Kenapa Lalat Sulit Dipukul




Sudah berapa kali Anda berhasil memukul lalat dengan tangan? Sulit bukan? Rahasia di balik kemampuan tersebut kini telah diketahui penjelasannya.

Selama 20 tahun meneliti biomekanika sayap lalat, Michael Dickinson dari Institut Teknologi California (Caltech) baru memecahkannya sekarang. Itu pun karena dia selalu penasaran terhadap pertanyaan yang sederhana dan sering dilontarkan banyak orang yang ditemuinya.

"Sekarang saya punya jawabannya," ujar Dickinson yang melakukan penelitian bersama Esther M dan Abe M Zarem. Ia menemukan rahasia tersebut setelah merekam manuver sejumlah lalat yang terancam pukulan menggunakan kamera digital yang dapat merekam dengan kecepatan dan resolusi tinggi.Mereka menemukan bahwa lalat dapat mengenali ancaman berdasarkan lokasi. Otanya akan menghitung seberapa jauh ancaman terhadapnya sebelum memutuskan untuk mengepakkan sayap dan kabur.

Setelah memprediksi arah ancaman, kakinya bertumpu untuk terbang ke arah yang berlawanan. Semua persiapan meloloskan diri dapat dilakukannya dengan sangat cepat, hanya 100 milidetik setelah ia mendeteksi adanya bahaya.

"Ini menunjukkan begitu cepatnya otak lalat memproses informasi sensorik menjadi respons gerakan yang sesuai," ujar Dickinson. Bahkan, lalat mengatur postur tubuhnya sesuai besar ancaman.

Artinya, lalat telah mengintegrasikan dengan baik antara informasi visual dari mata dan informasi metasensorik di kakinya. Temuan ini memberikan petunjuk mengenai sistem saraf lalat dan menunjukkan bahwa di otaknya terdapat sistem pemetaan posisi ancaman.

"Ini sebuah transformasi rangsangan menjadi gerakan yang sedikit kompleks dan penelitian berikutnya mencari bagian otak yang mengaturnya," ujarnya.

Dari sistem tersebut, Dickinson juga dapat menyarankan cara paling efektif memukul lalat. Menurutnya, waktu terbaik memukul lalat bukan saat posisinya siap terbang sehingga waktu yang dibutuhkannya untuk mengantisipasi ancaman tersebut relatif lebih lama. Tentu tak mudah melakukan gerakan akurat kurang dari 100 milidetik.
 
sumber : http://keunikan-dunia.blogspot.com/2009/10/alasan-kenapa-lalat-sulit-dipukul_17.html

Rabu, 07 Desember 2011

7 Hewan yang dipercaya membawa keberuntungan

Walaupun jaman telah modern tetapi masih banyak masyarakat yang mempercayai hewan-hewan yang membawa keberuntungan bagi kehidupan. Inilah beberapa hewan yang menurut masyarakat membawa keberuntungan.

1. IKAN ARWANA

http://hermawayne.blogspot.com
Ikan asli Indonesia ini masih dipilih masyarakat sebagai hewan peliharaan, karena selain membawa keberuntungan juga menunjukan tingkat sosial seseorang. Katanya nilai ikan yang satu ini mencapai puluhan juta karena memiliki tingkat keberuntungan yang tinggi.

2. IKAN KOI

http://hermawayne.blogspot.com
Ikan ini adalah jenis ikan karper Cyprinus carpio yang dipelihara untuk menghias rumah, berasal dari Tiongkok dan banyak tersebar di Jepang. Mereka berkerabat dekat dengan ikan mas, dan karena itu banyak orang menyebutnya ikan mas koi yang sebenarnya adalah misnomer. Koi dianggap membawa keberuntungan.

3. KUCING

http://hermawayne.blogspot.com
Yang dimaksud kucing di sini mungkin lebih dikhususkan pada sebuah benda/patung berbentuk kucing yang di Jepang disebut "Maneki Neko". Wujud barang ini rasanya sudah tak asing lagi di toko, restoran, wartel dan sebagainya. Sosok seekor kucing yang duduk tegak dengan satu kaki depannya terangkat bak mengajak orang mendekat.

Hampir semua Maneki Neko mengenakan kalung berwarna merah dengan bel kecil menggantung di bagian depannya. Sebenarnya aksesoris ini cukup umum dikenakan pada kucing-kucing peliharaan keluarga bangsawan di zaman Edo. Selain itu, kalung merah dengan bel kecil ini juga sering menghiasi Jizo, patung-patung batu yang umumnya ditempatkan di sekitar kuil dan pemakaman, dan merupakan pelindung anak-anak sakit.


4. KATAK

http://hermawayne.blogspot.com
Mungkin tak semua orang suka pada kodok. Bahkan sebagian orang jijik berdekatan dengan makhluk amfibi ini. Namun pemikiran ini berbeda jika kita bicara soal tradisi masyarakat Jepang. Bagi orang Jepang, justru kodok memiliki arti yang khusus, atau bahkan istimewa.

5. NAGA

http://hermawayne.blogspot.com
Naga merupakan hewan yang fiktif atau belum dapat diuji keberadaanya. Namun masyarakat tionghoa mempercayai bahwa hewan yang satu ini membawa berkah dan keberuntungan. Ornamen khas tionghoa banyak yang mengandung unsur naga.

6. TOKEK

http://hermawayne.blogspot.com
Hewan ini kebanyakan aktif di saat senja dan malam hari, meski suara panggilannya kadang-kadang terdengar di siang hari. Tokek tinggal di lubang pepohonan di hutan atau di rekahan batuan atau gua, namun sebagian jenisnya juga beradaptasi dengan lingkungan manusia dan bersifat komensal. 

Tokek memburu aneka serangga dan invertebrata lain sebagai makanannya, walaupun juga tidak segan memangsa vertebrata lain yang lebih kecil ukurannya. Tokek betina biasanya mengeluarkan sepasang telur yang disimpan berlekatan di sudut lubang atau dinding. Tempat menyimpan telur ini biasa digunakan berulang kali oleh tokek yang sama.

7. LOUHAN

http://hermawayne.blogspot.com
Ikan yang memiliki ornamen tulisan Han di perutnya ini merupakan hewan yang memliki nilai jual tinggi karena dianggap membawa keberuntungan.

Selasa, 06 Desember 2011

13 Binatang peliharaan paling mahal di dunia

Binatang yang sudah jinak, dan jelas2 sahabat manusia, bagi sebagian orang mungkin kurang menarik. Orang pun jadi melirik ke spesies yang lebih menantang dan 'nyentrik' sebagai binatang peliharaan (pet).

Dalam tayangan Discovery Channel, kehidupan liar adalah milik singa, monyet dan simpanse. Tapi tahukah Anda, di Amerika, kehidupan liar ini bisa dibeli dengan legal? Bahkan, rumah Anda pun bisa jadi kebun binatang yang modern buat binatang2 ini?

Inilah binatang2 'nyentrik' dengan harga 'wah' itu :

Kucing Bengali


Harga : $800-$3,000

Kucing bengali dikembangkan melalui perkimpoian silang kucing rumah berambut hitam dengan macan tutul (leopard) asia . Tujuannya untuk mendapatkan ukuran dan perilaku kucing rumah, tetapi penampilan --dan warnanya-- macan tutul asia . Selayaknya kucing hasil kimpoi-silang, makin jauh keturunannya, makin jinak perilakunya. Hasil ideal didapatkan setelah generasi ketiga dan kelima dari keturunan pertama.

Dengan kucing ini, Anda bisa berlagak bak Cleopatra mengelus2 leopardnya :-)
Aaum..eh..miaow! !

Snow Macaque


Harga : $3,500

Spesies ini terancam punah seiring makin rakusnya manusia merusak habitatnya. Ijin yang sangat ketat diberlakukan bagi siapa saja yang ingin memiliki binatang ini. Snow Macaque adalah primata (lebih kecil dari biasanya) dengan rentang umur lebih dari 25 tahun, dan memiliki ciri kas wajahnya yang merah dan tidak ditumbuhi rambut.

Bukankah mengingatkan kita pada sosok Yetti si manusia salju?

Monyet Tupai

Harga : $4,000

Ukurannya yang mirip tupai membuatnya disebut demikian. Umumnya, monyet tupai tidak lebih dari 2 pounds (tidak lebih dari 1 kg) dan dikenal sangat sosial, penyayang dan tenang. Karakter ini membuatnya sangat diinginkan, meskipun beberapa negara bagian melarangnya.

Hmm, menggemaskan!

Chinese Crested Hairless Puppies

Harga : $4,000-$5,000

Anjing ini beratnya 2 sampai 5.5 kg. Sangat bersemangat, siaga, dan bersahabat. Termasuk yang paling langka, anjing ini mudah tersengat sinar matahari. Asalnya dari Afrika. Hidupnya berkisar antara 10 sampai 12 tahun. Dan kabarnya, selama itu, anjing ini bisa diandalkan sebagai sahabat yang sangat menyenangkan.

Anda harus berpikir dua kali untuk mengajaknya jalan2 di siang bolong lo...

Kucing Sabana


Harga : $4,000-$10,000


Dibiakkan dengan proses yang hampir sama dengan kucing Bengali, kucing Sabana adalah hasil kimpoi-silang antara kucing liar (serval) Afrika dengan kucing rumah. Kucing Sabana lebih sulit dibiakkan, mengingat serval Afrika beratnya 18 kg, liar, dan mengawinkannya dengan kucing rumah yang lebih kecil adalah problem tersendiri. Masa hamil 2 hewan ini pun berbeda. Karenanya, kucing Sabana lebih langka dan mahal.

Pantas saja, 'produksi'-nya penuh perjuangan..

Mona Guenon


Harga : $6,000


Habitat aslinya di dalam hutan tropis Afrika Barat, meskipun binatang ini bisa menyesuaikan diri dengan kondisi hutan apapun. Oleh karena itu, disamping ijin dan lisensi khusus untuk memilikinya, binatang ini tidak termasuk yang terancam bahaya.

Jadi ingat 'Rafiki'-nya 'The Lion King'? Hakuna Matata...!

Monyet Debrazzas


Harga : $10,000


Monyet ini mudah dikenal melalui janggut putihnya yang khas dan bulu abu2nya yg kekuning2an. Umurnya sampai 22 tahun. Harganya yang mahal bagi sebagian orang tidak sebanding. Banyak orang kecewa ketika bayi primata yang jinak dan lembut itu berubah menjadi ganas dan tak tertebak ketika dewasa.

Wah, ibarat memelihara bayi teroris nih! Hati-hati...

Striped Ball Python



Harga : $10,000


Master Python Breeder, Bob Clark (nama ini akan sering saya sebut berikutnya) menyatakan bahwa dia mempunyai phyton bola-bergaris yang sangat eksklusif ini. Garis utamanya yang membuat binatang ini sangat unik. Lebih jelas lagi, bola-bergaris ini menampilkan garis punggug warna kuning dengan tepi warna hitam. Sungguh, membedakannya dari ular2 lain.

Mungkin keindahan warnanya bakal lebih 'terasa' bila ular ini melilit Anda...

Hyacinth Macaw



Harga : $6,500-12,000


Semua Macaws sangat mahal. Hyacinth Macaw menampilkan warna indah yang begitu menggetarkan. Biasanya dibandrol $20,000 sepasang. Secara fisik, burung2 ini panjangnya sekitar 1 meter dan memiliki warna biru terang. Sayapnya mengembang sampai 1,2 meter. Burung2 ini sudah jadi peliharaan terkenal disamping hargannya yang memang mahal.

Warnanya indah, makanya sering jadi bintang iklan televisi warna...

Reticulated Albino Type II Tiger Python


Harga : $15,000


Bob Clark lagi2 mengembangkan spesies yang langka. Ular ini dijual $15,000 per ekor. Sangat langka. Dominasi pola harimaunya yang membuat python ini sangat populer di dunia ular.

Lagi2, rasakan keindahan warnanya 'melilit' tubuh Anda...


Lavender Albino Python (Betina)

Harga : $20,000


Ular bermata merah ini berwarna lavender dibalik pola2 kuningnya yang menggetarkan. Disediakan pula oleh Bob Clark. Kelangkaannya membuat permintaan ular ini sangat tinggi.

Mmm, apa ada yang tahu kenapa harus (Betina)?


Chimpanzee


Harga : $60,000-$65, 000



Simpanse adalah primata yang sangat pintar dan paling dekat kekerabatannya dengan manusia. Beratnya sekitar 52 kg, jenis jantan lebih besar dibanding betina. Habitat aslinya di Afrika Tengah dan Afrika Barat. Meski terancam punah, binatang ini masih dilegalkan di beberapa negara bagian.

Meski tidak disebutkan, saya tahu harganya tidak termasuk senjata & pelatihan menembak...

Anak Singa Putih (White Lion Cubs)

Harga : $138,000


Ini yang paling mahal. Singa putih --seperti dongeng-- yang sangat2 langka karena gen-nya yang resesif tapi ternyata tidak termasuk albino. Warna matanya hampir sama dengan singa umumnya, lapisan pigmen dan kulitnya yang tidak. Karena harganya yang mahal, permintaan yg tinggi, perawatan, dan kelangkaannya, singa putih termasuk salah satu hewan di dunia yang paling sulit didapatkan.


sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=11626019

Senin, 05 Desember 2011

Kepiting Mirip Ular Kobra Gegerkan Pacitan

Seekor kepiting aneh ditemukan warga Desa Sedeng, Pacitan, Jumat (2/12/2011). Berbeda dengan kepiting biasa, selain ukurannya relatif besar, binatang satu ini susunan warna di punggungnya bermotif menyerupai kepala ular kobra.

Kepiting Mirip Ular Kobra Gegerkan Pacitan
Kepiting ini ditemukan oleh Tuniati (60), warga Desa Sedeng, Pacitan, Jawa Timur. Purwo S/detikSurabaya.


Kepiting Mirip Ular Kobra Gegerkan Pacitan
Berbeda dengan kepiting biasa, selain ukurannya relatif besar, binatang satu ini susunan warna di punggungnya bermotif menyerupai kepala ular kobra. Purwo S/detikSurabaya.


Kepiting Mirip Ular Kobra Gegerkan Pacitan
Kepiting aneh ini ditemukan di lantai dapur rumah Tuniati. Purwo S/detikSurabaya.



sumber :http://foto.detik.com/readfoto/2011/12/02/184926/1781469/473/3/

Jumat, 02 Desember 2011

Mengapa Kelelawar Bersembunyi Saat Hujan?

Beberapa jenis kelelawar tetap mampu terbang di kondisi gerimis ringan. Namun saat hujan semakin lebat, mereka segera mencari tempat perlindungan. Penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal Biology Letters mengungkapkan alasan mengapa kelelawar melakukan itu.
Beberapa jenis kelelawar tetap mampu terbang di kondisi gerimis ringan. Namun saat hujan semakin lebat, mereka segera mencari tempat perlindungan. Penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal Biology Letters mengungkapkan alasan mengapa kelelawar melakukan itu.

http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/05/04/110312_kelelawar-membutuhkan-energi-dua-kali-lipat-saat-terbang-dalam-kondisi-basah-_300_225.jpg

Ternyata, kelelawar harus berusaha lebih keras agar bisa terbang ketika bulu-bulu dan sayap mereka basah.

Dalam serangkaian penelitian yang dilakukan di Costa Rica, peneliti mempelajari perilaku kelelawar Sowell (Carollia sowelli) berekor pendek, spesies kelelawar dari keluarga Phyllostomidae yang umum ditemukan di sekitar Meksiko, Amerika tengah, sampai ke Panama saat mereka terbang di penangkaran berukuran luas.


Dikutip dari
Science Now, sesekali peneliti membasahi kelelawar-kelelawar itu dengan air ledeng, kadang membiarkan kelelawar tersebut terbang berbasah-basah di bawah curah air hujan.

Dari penelitian terungkap bahwa kelelawar itu menggunakan energi dua kali lipat lebih besar saat mereka terbang dalam kondisi basah dibandingkan dengan jika mereka terbang dalam kondisi kering.


Terbang pada kondisi hujan juga tidak berbeda. Ini menghapuskan dugaan adanya masalah mekanik yang diakibatkan oleh tetesan air hujan yang jatuh di sayap mereka ataupun beratnya tetesan air yang harus mereka tanggung.


Menurut peneliti, kelelawar basah, sama seperti mamalia lain yang tengah basah, merasa kedinginan. Untuk itu, mereka perlu bekerja lebih keras agar tubuh mereka tetap hangat.


Selain itu, dengan banyaknya air membasahi bulu dan melembabkan sayap mereka, kondisi basah kuyup juga tentunya membuat kelelawar menjadi tidak aerodinamik untuk mengudara.

10 Hewan Pemakan Tumbuhan Yang Buas

Hewan - Hewan pemakan tumbuhan (herbivora) terkenal ramah dan jinak, namun ada sebagaian dari jenis hewan - hewan ini menjadi lebih berbahaya bahakan lebih buas dari hewan karnivora lain... mungkin karena ukuran tubuhnya, ketajaman gigi dan bahkan cakar mereka yang didukung dengan power penuh jika menyerang ... Dan berikut ini adalah 10 hewan herbivora yang seharusnya membuat anda ekstra hati-hati jika menjumpainya ....
1.Celeng Liar
Celeng liar tidak sepenuhnya vegetarian; mereka makan binatang kecil seperti serangga, kadal dan katak (pada kesempatan tertentu), dan tidak akan menolak bangkai . Namun, seperti segala jenis babi lainnya, mereka juga menkonsumsi tanaman. Berat badan jantan mencapai 300 kg (meskipun langka, dapat digambarkan beratnya lebih dari 1 ton) dan memiliki gading besar yang tajam dan dapat membuka dengan mudah untuk merobek perut pemangsa. Babi liar jantan dewasa dikenal dapat menangkis serigala tanpa bantuan apapun! Betina memiliki taring yang lebih kecil tetapi juga masih sangat berbahaya, terutama ketika mereka memiliki anak babi untuk dilindungi.
2.Kasuari
Kasuari adalah salah satu burung terbesar di dunia. Mereka tinggal di hutan hujan Australia dan New Guinea dan pandai dalam melakukan banyak hal. Sebagai contoh, lambang di atas kepala mereka adalah burung berongga yang digunakan untuk menghasilkan panggilan dengan frekuensi yang sangat rendah untuk berkomunikasi dengan kasuari lain dalam jarak jauh. 
Hewan ini masuk ke dalam daftar ini karena Kasuari adalah burung paling mematikan di dunia, meskipun pada umumnya mereka memakan buah. Tetapi ketika diganggu, mereka akan melompat ke udara dengan gaya kung-fu dan menendang musuh dengan cakar kaki dalamnya yang panjang, lurus dan berbentuk seperti keris. Dengan mudahnya mereka mampu mengeluarkan isi perut seorang pria dengan ‘senjata’nya, yang mana telah banyak digunakan tidak hanya menyerang manusia tetapi anjing liar dan bahkan kuda dan sapi!
3.Baboon
Baboon Gelada merupakan monyet yang benar-benar mengesankan, dengan surai yang besar dan wajah datar, unik dan tingal di pegunungan Ethiopia dimana sebagian besar dari mereka makan rerumputan. Biasanya mereka dikenal sebagai hewan yang damai, namun mereka mempunyai ‘senjata’ yang paling menakutkan adalah gigi. Meskipun jarang, mereka pernah menyerang manusia di kebun binatang. Spesies ini dikenal sangat liar dan agresif.
4.Bison 
Dengan berat yang mencapai satu ton, banteng Amerika ini adalah salah satu dari dua herbivora berbadan raksasa yang tinggal di Amerika Utara (yang lainnya adalah moose) setelah kepunahan zaman es. Mereka diburu dan hampir punah oleh manusia-manusia zaman sekarang. Namun berkat perlindungan hukum mereka masih bisa ditemukan di taman nasional.
Apa yang kebanyakan orang tidak tahu adalah banteng ini mampu menewaskan wisatawan lebih dari kekuatan beruang dan serigala! Mereka biasanya tidak akan menyerang kecuali jika Anda masuk di ‘wilayah pribadi’ mereka.

5.Gorilla:

Setelah simpanse, gorila adalah hewan yang mirip dengan kita, namun tentunya terdapat perbedaan besar antara mereka dan kita. Gorila punggung perak yaitu Sepertiseorang pria dewasa, biasanya pemimpin kelompok gorila, yang beratnya mencapai 200 kilogram/kadang-kadang lebih, dan memiliki kekuatan minimal 10 orang dewasa. Mereka biasanya vegetarian dan ramah, tetapi jantan dewasa tidak akan ragu untuk menyerang setiap penyusup yang dapat menimbulkan ancaman bagi keluarganya. Dengan ‘senjata’nya yang sangat besar, lengan yang sangat panjang, gigi taring tajam, dan mampu berjalan dua kali lebih cepat dari manusia. Ketika marah, seekor gorila akan sama menakutkannya seperti predator besar.
6.Badak:
Ada lima spesies badak di Afrika dan Asia dan mereka semua berbadan besar, tangguh, cepat marah dan berpotensi mematikan. Tanduk mereka terbuat dari rambut, tapi mereka masih sangat berbahaya jika menggunakannya sebagai ‘senjata’ yang dapat menanduk musuh sampai mati. Badak India juga memiliki gigi tajam dan dikenal dengan gigitannya juga. Dan tentu saja, mereka dapat dengan mudah menginjak-injak Anda di bawah badan mereka (dengan berat yang mencapai tiga ton). Pada dasarnya, cara hidupnya dilengkapi dengan kecepatan yang luar biasa.

7.Kerbau Hutan
kerbau mungkin terlihat seperti sapi raksasa, tetapi mereka sebenarnya herbivora tanah yang paling ditakuti di Afrika. Sangat mudah marah, karena itu hewan herbivora yang berkembang di negeri akan diperintah oleh predator yang kuat seperti singa dan hyena, dan dengan demikian mereka tidak punya pilihan selain menjadi makhluk yang kesulitan sendiri. Dengan badan yang besar, tanduk tajam dan kuku menjadi ‘senjata’ berat yang mematikan, dan mereka adalah salah satu dari beberapa hewan yang akan kembali jatuh ke bantuan seorang “teman”. Jika satu kerbau ditangkap oleh singa atau terluka oleh pemburu, ada kesempatan baik bahwa sisa dari kawanan penyerang akan memungut biaya untuk membantu pasangan mereka.

8.Gajah

Kita terbiasa melihat gajah sebagai hewan yang damai, bahkan dikatakan ramah. Tetapi mereka sebenarnya makhluk liar yang paling berbahaya. Gajah telah membunuh penjaga kebun binatang lebih daripada hewan lain, dan karena ukuran berat dan kekuatann mereka, mereka sangat sulit untuk dihentikan. Gajah akan menyerang karena beberapa alasan; melindungi bayi mereka, tempat mereka, atau hanya ketika mereka berada dalam suasana hati yang buruk. Gajah jantan juga mempunyai kondisi periodik dikenal sebagai musth, di mana kadar hormon mereka meningkat begitu banyak, lalu mereka mengamuk menyerang makhluk yang mereka lihat termasuk singa, badak, dan manusia. Karena itu kebun binatang dan sirkus sering menghindari untuk memelihara gajah jantan.


9.Babi hutan
Memiliki gigi taring yang sangat tajam dan saling menghunus setiap kali binatang itu menutup mulutnya (seperti sepasang gunting). Mereka berkeliaran dalam jumlah kawanan yang sangat besar, hingga 500 atau bahkan 1000 individu. Sama seperti kerbau Cape, jika salah satu anggota kelompok diserang atau ditembak, seluruh kawanan akan membalas. Satu-satunya hal yang harus dilakukan ketika diserang oleh kawanan ini adalah memanjat pohon secepat mungkin, dan di Amerika Selatan beberapa kasus bagian tubuh pemburu hilang atau bahkan digigit-cabik ketika mereka tidak mampu memanjat dengan cepat. predator buas seperti jaguar dan Cougars adalah makhluk yang cukup pintar untuk menghindari kawanan ini. Jika diserang, hanya babai hutan muda atau yang lemah yang akan terpisah dari yang lain.

10.Kudanil

Kuda nil adalah hewan yang paling berbahaya dari semua hewan herbivora di Afrika, membunuh lebih banyak orang setiap tahun daripada singa, macan dan buaya.
Hewan ini teritorial, kuda nil (khususnya jantan) dapat mencapai berat tiga ton atau lebih, dan telah dikenal sebagai yang sering menyerang di atas air di atas air (bahkan membuat perahu dan kayak terbalik) dan di darat, ia dapat berjalan sangat cepat meskipun gemuk. Ia memiliki rahang terbesar dan terkuat dengan gigi taring terpanjang dari spesies mamalia apapun, dan bisa menggigit seekor buaya dewasa.Bahkan hewan ini bisa mengalahkan singa jika si singa terlalu mendekati teretorial mereka, ketika musim kemarau dan singa butuh minum..

Dalam beberapa kasus akibat perkelahian dua jantan kudanil dalam satu kelompok, tidak jarang anak2 mereka terhimpit dan mati.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...