Senin, 02 Januari 2012

Misteri Bangkai Ribuan Ikan di Norwegia

 
 
Saat itu, Jan-Petter Jorgensen, 44 tahun sedang berjalan dengan anjingnya, Molly, di tengah suhu dingin minus 15 derajat Celcius. Tiba-tiba ia mencium bau busuk.

Jorgensen pun kaget saat menjumpai ribuan bangkai ikan herring memenuhi pantai Kvaenes, Nordreisa, Norwegia. Seperti 20 ton ikan ditumpahkan ke sana. Ia lalu mengambil foto "lautan" ikan itu, dengan Molly sebagai modelnya.

"Orang-orang mengatakan, hal serupa pernah terjadi di tahun 1980-an. Mungkin ikan-ikan itu terprangkap dalam lingkungan yang kehilangan oksigen, lalu mati karena terjebak di air tawar," kata dia seperi dimuat Daily Mail 2 Januari 2012.

Sementara, sejumlah ahli berpendapat, ikan-ikan tersebut bisa saja terperangkap gelombang pasang surut air saat mencoba melarikan diri dari ikan predator, misalnya coalfish, yang mengejar mereka menuju garis pantai.

Teori lain, ikan-ikan tersebut terdampar saat badai yang terjadi baru-baru ini. Atau, terjebak di perairan dangkal dan terpengaruh air tawar sungai yang mengalir ke teluk.

Jens Kristen Holst, dari Institut Penelitian Kelautan, mengatakan, peristiwa ini bisa diakibatkan beberapa faktor sekaligus. Ia berharap, pihaknya bisa melakukan tes pada ikan mati, untuk melihat apakah kematian massal itu akibat penyakit tertentu.

Meski ilmuwan sudah memberi tawaran jawaban ilmiah, insiden ini bisa dijadikan penguat, oleh mereka yang percaya, kiamat akan datang sebentar lagi.

Apalagi, ini bukan satu-satunya kematian hewan misterius yang terjadi di awal 2012. Minggu 1 Januari 2012 kemarin, sebanyak 200 burung hitam (blackbird) jatuh dari langit di sebuah kota kecil di Arkansas, Amerika Serikat. Polemik masih saja ada, meski aparat menyebut, burung-burung itu mati karena kembang api tahun baru.

Sementara itu, bulan lalu, sebanyak 25 bangkai kuda ditemukan di dasar tebing dekat Glenn Innes, New England.

Apa yang terjadi saat ini, seakan mengulang kejadian awal tahun lalu, di mana jutaan ikan mati ditemukan Chesapeake Bay, Maryland, sekitar 5.000 burung hitam lebih sekarat di Arkansas, dan hewan-hewan mati di payau Lousiana.

                                          

Sumber : http://dunia.vivanews.com/news/read/276825-misteri-bangkai-ribuan-ikan-di-norwegia

Demi Sukses Panen, Gadis Kecil Ditumbalkan

 
Dua orang petani di distrik Bijapur negara bagian Chhattisgarh, India, ditahan atas tuduhan pembunuhan terhadap seorang gadis berusia tujuh tahun. Menurut pengakuan para tersangka, gadis itu dijadikan tumbal untuk kesuksesan panen mereka.

Dilansir dari The Times of India, Selasa 3 Januari 2012, kedua tersangka, Paddam Sukku dan Pignesh Kujur, membunuh Lalita Tati pada Oktober 2011. Mayat gadis malang ini ditemukan seminggu kemudian dengan kondisi mengenaskan, tubuhnya dimutilasi dan perutnya terbuka.

Menurut Rajendra Narayan Das, polisi di distrik Bijapur, kedua pelaku menculik Tati saat gadis itu berjalan pulang setelah menonton televisi di rumah tetangganya.
Kedua pelaku memotong-motong tubuh Tati dan mengambil ginjalnya untuk dipersembahkan kepada dewa mereka di sebuah kuil. Keduanya mengaku melakukan aksi sadis ini demi kesuksesan panen mereka di masa mendatang.

Saat ini kepolisian Bijapur tengah mengumpulkan berbagai bukti lainnya untuk mendukung pengakuan tersangka. Jika terbukti bersalah, keduanya terancam hukuman seumur hidup atau hukuman mati.

Sukku dan Kujur adalah sebagian dari petani tradisional di Chhattisgarh yang masih memegang adat kesukuan yang primitif. Para penganutnya masih percaya sihir dan kerap datang ke dukun-dukun.

Lestarinya kepercayaan ini adalah karena kebodohan dan buta huruf di berbagai wilayah terpencil di India. Tumbal manusia memang jarang terjadi di negara tersebut, namun setiap tahunnya menyita perhatian.

sumber :  http://dunia.vivanews.com/news/read/276849-demi-sukses-panen--gadis-kecil-ditumbalkan

Minggu, 01 Januari 2012

Hewan yang Dimanfaatkan Untuk Berperang

Para kesatria di atas kuda bisa merusak formasi pasukan musuh. lumba-lumba angkatan laut membantu membersihkan Pelabuhan Umm Qasr dari ranjau. tentara Roma dan Yunani menggunakan lebah untuk menghalangi musuh.

Itulah sebagian hewan yang digunakan dalam perang. Hewan-hewan bisa jadi “senjata biologis” karena kemampuan mereka, paling tidak pada saat itu, tidak dapat disamai oleh kemampuan mesin. Berikut ini adalah sejumlah hewan yang seringkali dimanfaatkan dalam konflik.


Kelelawar

 

Kemarahan Amerika Serikat atas serangan Jepang ke Pearl Harbor menelurkan ide memasang bom di kelelawar. Percikan api diharapkan dapat dipicu untuk membakar kota-kota Jepang saat kelelawar ini bertengger di atap bangunan. Namun rencana ini batal, karena dalam pengujian banyak kelelawar tidak kooperatif dan kabur. Hingga kini, ilmuwan Pentagon masih mempelajari bagaimana mekanisme terbang kelelawar ini untuk mengembangkan desain pesawat dan robot mata-mata.

Unta


Di masa lampau, hewan ini banyak digunakan di kawasan panas dan kering di Afrika Utara dan Timur Tengah. Karena unta memiliki kemampuan bertahan di kondisi ekstrem dan seringkali tanpa air, di masa perang hewan ini cukup berguna. Bau unta kabarnya membuat takut kuda-kuda yang digunakan musuh. Tentara Persia terkadang mempersenjatai unta mereka. Sedangkan prajurit Arab seringkali menunggang unta saat penyerbuan untuk menaklukan suatu daerah. Peran unta dalam perang merosot sejak berkembangnya senjata api. Tapi, unta masih terlihat digunakan saat Perang Dunia I.

Lebah

 
Sengat lebah bisa jadi senjata mematikan. Di zaman dulu, tentara Roma dan Yunani menggunakan lebah untuk menghalangi musuh. Penggunaan lebah berlanjut saat abad pertengahan, Perang Dunia I, dan Perang Vietnam. Ilmuwan Amerika Serikat juga menemukan kegunaan lebah untuk tujuan damai, yakni mendeteksi ranjau darat.

Singa laut

Mamalia ini mampu melihat dalam kondisi cahaya minimal serta bisa mendengar di bawah permukaan air. Singa laut juga bisa berenang dengan kecepatan hingga 40 km/jam dan menyelam hingga kedalaman 300 meter. Dengan kemampuan ini, angkatan laut AS melatih singa laut untuk menandai ranjau.

Merpati

Hewan ini memiliki kemampuan navigasi sehingga bisa kembali ke sarang meskipun telah menempuh perjalanan ratusan kilometer. Puncak kepopuleran penggunaan merpati terjadi pada saat Perang Dunia I, saat tentara sekutu menggunakan 200.000 merpati untuk keperluan komunikasi. Seekor Merpati bernama Cher Ami mendapat penghargaan setelah mengirim 12 pesan untuk benteng di Verdun, Prancis. Bangsa burung pensiun dari tugas militer setelah teknologi komunikasi berkembang pesat.

Lumba-Lumba

Hewan ini memiliki sonar biologis untuk mencari ranjau berdasarkan konsep gema. Pada masa Perang Teluk dan Perang Irak, lumba-lumba milik angkatan laut membantu membersihkan pelabuhan Umm Qasr dari ranjau.

Gajah

Hewan besar ini bisa menginjak tentara, menusukkan gading, dan melempar orang dengan belalainya. Kerajaan kuno di India diperkirakan menjadi kerajaan pertama yang menjinakkan gajah. Tapi, kemampuan ini segera menyebar ke Persia dan Timur Tengah. Alexander Agung dikabarkan pernah menemui sepasukan gajah saat mencoba menaklukan suatu daerah. Kuda seringkali takut dengan pemandangan dan bau Gajah. Tentara manusia juga merasa diteror secara psikologis dengan bentuk Gajah yang sangat besar.

Keledai

 

Tidak sehebat hewan perang lainnya, tapi ribuan pasukan akan menderita jika tak ada Keledai. Pasalnya, hewan inilah yang didaulat membawa makanan, bahkan persenjataan dan barang-barang lain yang dibutuhkan militer. Dulu, tentara Roma membawa satu Keledai tiap 10 legiun. Napoleon Bonaperte juga menaiki keledai saat melintasi Alpen. Keledai masih sering mendapat tugas militer hingga saat ini. Tentara AS bergantung pada hewan ini untuk mengantar barang ke pos-pos terpencil di pegunungan Afghanistan.

Anjing

Orang-orang Spanyol menggunakan anjing yang dipersenjatai saat menaklukan Amerika Selatan di abad ke-16. Anjing juga berperan besar selama konflik di abad pertengahan di Eropa. Tugas anjing di masa modern kini meliputi mendeteksi bom dengan indera penciuman. Di Irak dan Afghanistan, anjing militer dikenakan rompi antipeluru demi menjamin keamanan selama bertugas.


Kuda

Nah, ini hewan yang paling populer saat perang berlangsung. Manusia telah menjinakkan kuda setidaknya sejak 5.500 tahun lalu. Para kesatria di atas kuda bisa merusak formasipasukan musuh. Stabilitas di atas pelana dan sanggurdi membuat prajurit Mongol dapat berperang dan menembakkan panah dari atas kuda. Pertempuran besar dengan memanfaatkan kuda tidak berakhir, hingga tank dan senapan mesin muncul menjadi favorit.


source: http://uniqpost.com/10370/hewan-hewan-yang-digunakan-dalam-peperangan/
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...